SMK Negeri 1 Peusangan menyalurkan bantuan kepada puluhan siswa yang terdampak banjir bandang, dalam kegiatan yang digelar di halaman sekolah setempat, Sabtu (14/2).
Aksi sosial ini menjadi bentuk kepedulian nyata pihak sekolah terhadap keberlangsungan pendidikan para siswa korban bencana.
Sebanyak 39 paket bantuan diserahkan langsung oleh Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal, S.T., M.Pd., bersama jajaran dewan guru dan manajemen sekolah.
Setiap paket berisi tas sekolah, buku tulis, serta sepatu guna mendukung kebutuhan belajar siswa yang terdampak musibah.
Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal, S.T., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil donasi dari MKKS Provinsi Aceh, sementara sepatu merupakan sumbangan para guru SMKN 1 Peusangan.
“Bantuan ini berasal dari donasi MKKS Provinsi Aceh, sedangkan sepatu adalah kontribusi dewan guru kami. Walaupun para guru juga ikut terdampak banjir, mereka tetap berinisiatif menyisihkan rezekinya demi membantu siswa. Ini adalah wujud solidaritas dan komitmen kami agar anak-anak tetap bersemangat menempuh pendidikan,” ujar Faisal.
Ia menambahkan, masih ada sejumlah siswa yang membutuhkan perlengkapan sekolah tambahan.
Oleh sebab itu, pihak sekolah membuka peluang kolaborasi dan mengajak berbagai pihak untuk ikut berpartisipasi.
“Kami menyadari bantuan ini belum mampu menjangkau seluruh siswa terdampak. Karena itu, kami mengharapkan dukungan dari pemerintah, dunia usaha, alumni, serta masyarakat luas agar bersama-sama memastikan anak-anak kita tetap dapat belajar secara layak,” tambahnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Fauziah, S.Pd., menjelaskan bahwa proses pendataan dilakukan secara teliti agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
Verifikasi difokuskan pada siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah maupun yang rumahnya mengalami kerusakan akibat banjir.
“Kami memastikan bantuan diberikan kepada siswa yang benar-benar terdampak, baik yang kehilangan perlengkapan belajar maupun yang tempat tinggalnya rusak. Prioritas kami adalah menjaga agar mereka tetap bisa mengikuti pembelajaran tanpa hambatan,” jelas Fauziah.
Salah seorang perwakilan siswa penerima bantuan, Rajulal, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan pihak sekolah.
“Kami sangat berterima kasih kepada kepala sekolah, guru-guru, dan semua pihak yang telah membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk kembali bersekolah dengan penuh semangat,” ujarnya.
Penyaluran bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban siswa terdampak banjir di wilayah Peusangan, Kabupaten Bireuen, serta menjadi langkah awal untuk memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi bencana.
Dukungan berkelanjutan dari berbagai elemen masyarakat dinilai penting guna memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan optimal pascabencana. (*)