SMKN 1 Peusanganmenyalurkan bantuan kemanusiaan berupa satu ton beras serta dana zakat dan infak senilai Rp8,3 juta kepada guru dan siswa yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pihak sekolah dengan Alumni Seri Temenggong (AST) IPGKTI Johor Bahru, komunitas alumni yang berbasis di Johor Bahru, Malaysia.
Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung oleh Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal, di halaman sekolah tersebut pada Sabtu (14/3).
Bantuan diberikan kepada sejumlah guru dan peserta didik yang menjadi korban banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Bireuen beberapa waktu lalu.

Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Kabupaten Bireuen, Abdul Hamid, menyampaikan apresiasi atas inisiatif pihak sekolah yang berhasil membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk alumni yang berada di luar negeri.
Menurut Abdul Hamid, langkah yang dilakukan oleh pimpinan sekolah tersebut patut dijadikan contoh oleh lembaga pendidikan lain dalam memperkuat jejaring kemitraan untuk membantu warga sekolah yang sedang mengalami kesulitan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Kepala SMKN 1 Peusangan yang mampu membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk alumni di luar negeri. Ini menjadi contoh baik bagi kepala sekolah lainnya agar terus memperluas jejaring demi membantu guru dan siswa kita yang sedang menghadapi musibah,” ujar Abdul Hamid.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dari alumni yang tergabung dalam Alumni Seri Temenggong (AST) IPGKTI Johor Bahru terhadap masyarakat Aceh, khususnya keluarga besar sekolah yang terdampak banjir.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para alumni yang telah mempercayakan pihak sekolah sebagai penyalur bantuan kepada para penerima yang membutuhkan.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Alumni Seri Temenggong (AST) IPGKTI Johor Bahru yang telah menunjukkan kepedulian dan mempercayakan kepada kami untuk menyalurkan bantuan ini kepada guru dan siswa yang terdampak banjir. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka,” kata Faisal.
Lebih lanjut, ia menilai bantuan tersebut tidak hanya memiliki nilai material, tetapi juga mencerminkan kuatnya solidaritas antara komunitas alumni di luar negeri dengan masyarakat Aceh.
“Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban guru dan siswa yang terdampak banjir, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi musibah,” tambahnya.
Salah seorang guru penerima bantuan, Ainol Najmi, mengaku sangat bersyukur atas kepedulian yang diberikan oleh para alumni dan pihak sekolah.
Ia menuturkan bahwa banjir yang terjadi beberapa waktu lalu sempat menimbulkan kesulitan bagi keluarganya karena sejumlah kebutuhan rumah tangga mengalami kerusakan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Banjir kemarin cukup berdampak bagi kami. Bantuan ini tentu sangat membantu untuk meringankan kebutuhan keluarga kami. Terima kasih kepada semua pihak yang telah peduli,” ujar Ainol Najmi.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi para guru dan siswa yang terdampak banjir sekaligus memperkuat nilai solidaritas sosial di lingkungan pendidikan. (*)